Maestro BK Indonesia

Maestro BK Indonesia
Prof. Dr. Prayitno, M.Sc.Ed, beliau merupakan maestro BK Indonesia. Beliau menghibahkan seluruh hidupnya untuk kemajuan BK, sehingga dapat kita nikmati dan tekuni ilmunya sampai saat ini.

Friday, September 26, 2014

Contoh Program Harian BK



PROGRAM HARIAN PELAYANAN BK

                                                                                                                                                            
SEKOLAH/MADRASAH : SMA Negeri  Padang                                                                                                                                      Bulan                                      : September
KELAS                                                 : XI IIS 2
                                                                : XI MIA 3                                                                                                                                                                                       Minggu                                       : II dan III September 2014
                                                                                                                                                                                                                                Guru BK/Konselor         : Rizky Andana Pohan

  

No
Tanggal Kegiatan
Jam Pembelajaran
Sasaran Kegiatan
Kegiatan/Layanan Pendukung
Materi kegiatan
Alat Bantu
Tempat
Pelaksana
Keterangan
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
1.         
Jum’at, 12 sept 2014
08-09 WIB
2
Agustian Putra
Konseling Perorangan
-
-
Ruang BK
Rizky Andana Pohan
-
2.         
Jum’at, 12 sept 2014
10.30-12.00 WIB
2
Kelas XI IIS 2
Layanan Informasi
Penyampaian hasil AUM U dan PTSDL
Infokus, Laptop dan pengeras suara.
Ruang kelas XI IIS 2
Rizky Andana Pohan
Layanan dilakukan setelah pengolahan instrumen.
3.         
Sabtu, 13 Sept 2014,
08-09 WIB
2
Resti Agustina
Konseling perorangan
-
-
Ruang BK
Rizky Andana Pohan
Berdasarkan need asesmen siswa.
4.         
Sabtu, 13 sept 2014
12-13.30 WIB
2
Ayu, Bimo, Dewi, Diki, Elsi, Farhan, Fauzan
Bimbingan kelompok bebas
Situasi kelas
Kertas dan pena
Ruang BK
Rizky Andana Pohan
Berdasarkan hasil sosiometri siswa.
5.         
Senin, 15 September 2014
09-10 WIB
2
Rifky Aditya
 Lanjutan Konseling Individu
-
-
Ruang BK
Rizky Andana pohan
-
6.         
Senin, 15 September 2014
11.00-12.30 WIB
2
Kelas XI MIA 3
Layanan Informasi
Interaksi sosial
Spidol, kertas dan games
Ruang kelas XI MIA 3
Rizky Andana Pohan
Layanan format klasikal
7.         
Selasa , 16 September 2014
09-10 WIB
2
Ari Al Ansyari
Lanjutan konseling Individual
-
-
Ruang BK
Rizky Andana Pohan
-
8.         
Selasa , 16 September 2014
13.00-14.00

2
Maya, Melati, Tyo, Novi, Perdana, Raffi
Bimbingan kelompok tugas
Saling menghargai sesama teman
Kertas, pena, games
Ruang BK
Rizky Andana Pohan
Berdasarkan data sosiometri
9.         
Kamis, 18 September 2014
09-10 WIB

2
Imam Agung Putra
Layanan Konseling Individu
-
-
Ruang BK
Rizky Andana Pohan
-
10.      
Kamis, 18 September2014


Kelas XI IIS 2
Tampilan Kepustakaan
Kesuksesan
Spidol, Materi Tatatertip Disekolah SMP 15 Padang
Ruang Kelas Perpustakaan
Rizky Andana Pohan
-










Padang,     September 2014
Guru BK



Rizky Andana Pohan


                                                                                                                                                                                                               

Wednesday, November 13, 2013

ARAH KEPROFESIONALAN BPI

ARAH KEPROFESIONALAN BPI
Oleh: Rizky Andana Pohan, S.Sos.I[1]
            Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam adalah satu jurusan yang ada di fakultas Dakwah dan Komunikasi di PTAI seperti UIN, IAIN, STAIN/STAIS. Yang secara umum arahnya adalah mencetak para da’i yang profesional ditengah pergulatan Indonesia sebagai Muslim terbesar didunia.
            Kita akan mencoba analisis manajemen terhadap jurusan ini yang disebut dengan analisi SWOT
            Pertama, Strength yaitu kekutan, sebagai jurusan yang mengajarkan nilai-nilai dakwah yang arahnya tentulah sebagai Da’i dan Da’iyah . pasar Indonesia sebagai Muslim terbesar dunia menjadi pasar yang menjanjikan sebagai lapangan dan lahan kerja bagi alumni ini.
            Kedua, Weakness yaitu kelemahan, jurusan BPI ini kurang eksis dan terkenal, yang dikenal hanyalah jurusan dakwah ditengah masyarakat, sehingga perusahaan ataupun lembaga kerap memandang sebelah mata ketika hanya melihat jurusan ini tanpa mencoba melihat isi dalamya.
            Ketiga, opportunity peluang, jurusan ini menjadi sebuah tolok ukur dan cara efektif dakwah dengan metode komunikasi interpersonal, face to face.
            Keempat, Tantangan, tantangan dimasa depan tuntutan keprofesionalan, smapai sekrang belum ada UU tentan keprofesionalan Da’i. Oleh sebab itu jurusan ini harus cepat melihat kerangka pasar cobalah untuk membuat standar kualifikasi keahlian misalanya BPI UIN makassar spesialisai Psikotherapi, mis spesialisasi traumatik bencana, spesialisi penyuluh pranikah, spesialisasi dakwah dunia Cyber (E-Dakwah) dll. Sehingga menjadi harga jual tersendiri ditengah derasnya arus globalisasi.
            Apakah Implikasi dari hal ini, seharusnya kita lebih mampu merancang POAC plus tindak lanjut. Berdasar pada survei penerimaan PNS pada tahun 2013, dari 33 lembaga dan non lembaga pemerintah ditambah 30 pemerintah Provinsi/Kab/Kota di Indonesia hanya satu kementrian saja  yang menyediakan formasi untuk jurusan BPI, itupun hanya ada sekitar 4 formasi saja, bahkan di Kementrian Sosial yang membutuhkan penyuluh masyarakat yang merupakan spesialisasi BPI tidak menerima tamatan dari jurusan ini.
            Ini seharusnya menjadi gambaran bagi semua pemegang kekuasaan terhadap jurusan ini, jangan hanya pihak universitas menerima banyak-banyak mahasiswa tanpa tahu kemana arah akan dituju. Seharusnya dengan kejadian ini menjadikan kita proaktif akan kemajuan jurusan dan pendidikan Islam tentunya.

            Solusi
            Menjawab fakta diatas penulis akan coba tawarkan beberapa solusi bagi semua pihak yang mempunyai kepentingan terhadap jurusan ini, baik Mahasiswa, Ketua Jurusan, Dekanat, Rektorat bahkan Menteri Agama dan masyarakat sekalipun.
            Kita ketahui bersama ada sekitar 13 mata kuliah Bimbingan dan Konseling di jurusan ini, untuk BK murni kependidikan hanya dibutuhkan sekitar 7 mata kuliah kependidikan lagi yang dibutuhkan, karena sesuai amanat UU bahwa BK adalah ranahnya pendidikan, jadi tidaklah mungkin rasanya lulusan BPI ini akan menjadi seorang konselor profesional seperti yang dibayangkan dan dibicarakan dalam setiap perkuliahan.
            Dasarnya adalah, UU RI NO. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “ Pendidik adalah tenga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lainnya yang sesui denngan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggraan pendidikan. (Pasal 1 butir 6).
            UU ini sudah jelas menyatakan bahwa posisi konselor adalah merupakan salah satu pendidik, dan pendidik itu ada dalam dunia pendidikan yang berasal dari BK FIP dan Tarbiyah.
            Sebagai implikasinya bagi jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam seharusnya tidak perlu miris dan bersedih hati, ini dapat dijadikan sebuah jembatan untuk meraih yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas, sebaiknya jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fak Dakwah dan Komunikasi, menjalin kerjasama dengan FIP ataupun Fak. Tarbiyah Jurusan BK baik dalam maupun luar negeri, dengan membuka program Dual Degree, sehingga mahasiswa yang dihasilkan akan lebih berkualitas, menghasilkan sarjana dakwah (S.Sos.I) plus sarjana Pendidikan BK (S.Pd). program ini telah banyak dibuktikan oleh universitas-universitas ternama di dunia, dan tidak salah jika jurusan ini mencoba hal yang sama.
            Jika memang hal ini terlalu dengan birokrasi yang lama, sebagai mahasiswa yang cerdas, mahasiswa BPI harus proaktif jangan menunggu bola, ambillah program BK di universitas lain dengan mengkonversikannya tinggal mengambil 7 mata kuliah pendidikan saja, jika memang tuntutan keprofesionalan itu yang dikejar. Jika ini dapat tercapai maka hasilanya lulusan BPI ini kan profesional di bidang dakwah (Da’i) dan profesional konselor.
            Mengapa harus profesional? UU telah melindungi bahwa
            “ Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh sesorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi”.
            Dari UU ini dapat kita yakini bahwa profesional itu memerlukan kemahiran,kecakapan,keterampilan, serta menjamin penghasilan untuk kehidupan. Jika arah dan cara pandang jurusan BPI ini ke arah demikian maka akan mampu bersaing di masyarakat tanpa monoton harus menjadi PNS.
            Sekali lagi jurusan BPI ini marilah terus berkembang ke arah profesional, profesional dibidangya, bisa konselor dengan dual degree BK FIP + Pendidikan Profesi Konselor (Permendikanas No 81 A 2008). Bisa psikotherapi, traumatik bencana, kesehatan mental, penyuluh pra nikah, remaja, dan lansia.
            Semua telah terbentang di depan mata, tinggal bagaimana memformulassikan segenap potensi yang ada demi kemajuan dan kesuksesan tercapainya cita-cita dan bermanfaat bagi pribadi, agama, nusa dan bangsa.

Oval: S1 BK +PPKOval: S1 BPI           
















Rounded Rectangle: DAI+ Konselor Islami



Rounded Rectangle: Bagan 1: Arah Konselor Islami masa kini dari Jurusan BPI


Oval: S1 BPI


Oval: PPP+ Spesialisasi







Rounded Rectangle: Dai+ Penyuluh agama profesional (peny)







Rounded Rectangle: Bagan 2: Arah Profesionalisasi Penyuluh Agama
 












Dalam bagan ke 2 transformasi jurusan BPI telah mampu profesional dibidangnya sendiri yaitu sebagai penyuluh agama profesional dengan spesialisasi penyuluh sosial, peyuluh pernikahan, penyuluh  psikotherapi.
Dengan latar belakang pendidikan S1 BPI+Pendidikan Profesi Penyuluh Plus Spesialisasi, maka akan semkain memantapkan posisi jurusan BPI tentunya di Masyarakat, dengan konsekuensi seluruh calon penyuluh agama profesional di kantor kementrian agama smapai kepada KUA adalah S1 BPI+ PPP Plus Spesialisasi.
Itulah arah pengembangan profesionalisasi dai dan penyuluh agama tentunya, mudah-mudahan apa yang diharapkan dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Insya Allah


[1]  Penulis adalah alumni jurusan BPI IAINSU Tahun 2009, mahasiswa Pasca sarjana S2 BK FIP  Universitas Negeri Padang

Tuesday, February 19, 2013

IBU PERTIWI MENANGIS KARENA KETIDAK PEDULIAN ANAK PERTIWI NYA.



IBU PERTIWI MENANGIS KARENA KETIDAK PEDULIAN ANAK PERTIWI NYA.
            Menyelami makna hidup yang lebih dalam tentu lah harus menyelam lebih dalam tak hanya kedalam hati sendiri, tetapi juga hati orang banyak. Tentu tak mudah menyelami dan meresapi hati orang lain terkadang menyelami hati sendiri pun diri ini tak mampu.
            Ketika berjalan janganlah sekedar berjalan, berjalan lah dengan memperhatikan sekitar kita, terkadang tanpa kita sadari saking asyiknya kita berjalan untuk menggapai tujuan, mungkin ada sesuatu  yang terinjak oleh kaki kita yang besar, bisa jadi yang terinjak itu merasa terzholimi, maka bisa dipastikan doanya akan makbul.
            Hukum alam tak pernah salah dalam menuntun manusia, manusia dari kandungan lahir, terus anak – anak, remaja dan dewasa dst, begitulah law of natural  bagi manusia tak ada yang dapat merubahnya.
Menjadi seorang yang besar harus bealajar dari yang kecil dulu, tak ada orang yang lahir langsung dewasa,  tak ada orang yang langsung lahir bisa bicara pasti menangis dulu berharap ibu mengerti maksud dan tujuan kita menangis.
Oleh sebab itu ketika kita dewasa diharapkan kita bisa dewasa dalam segala hal, bijaksana dalam menentukan sesuatu.
Salah satu orang yang dewasa itu adalah pemimpin, karena memang sudah cukup  dewasa lah makanya bisa menjadi pemimpin, tak peduli seberapa besar tingkat kedewasaan itu, karena dalam psychologi tak bisa hal itu diukur dengan angka.
Kita mulai dari memimpin diri sendiri saja, tak ada orang yang dengan sengaja ingin menjerumuskan dirinya sendiri, keluarga, tak ada wanita yang mau menikah dengan lelaki yang umurnya masih anak – anak. Apalagi lah pemimpin yang besar, pemimpin apapun itu, yang penting tak lagi hanya sekedar mampu memimpin diri sendiri dan keluarga sudah mampu memimpin orang banyak.
Seharusnya pemimpin yang besar itu mampu untuk mendewasakan pemikiran dengan belajar dari pengalaman ia kecil dulu. Ketika sekarang menjadi pemimpin janganlah hanya berpikir  untuk diri sendiri, dewasa kah anda ketika anda kekenyangan tetpia saudara kita yang lain masih ada yang kelaparan? dewasa kah kita ketika kita tenang beribadah tetapi saudara kita yang lain kesusahan menghadapi hidup? Dewasa kah kita ketika kita asyik tertawa sementara saudara kita diluar sana masih banyak yang menangis hatinya sampai – sampai tak mampu lagi ia mengeuarkan air matanya karena telah kering meratapin kesusahan.
Kita beranjak pada satu hal saja fakta yang membias di depan mata namun kita biasa saja dan pura – pura tak peduli atau memang tak mau tau. Cobalah lihat siapa lah mayoritas penghuni dan pemilik bisnis besar di kota- kota besar Indonesia ini, siapa yang memegang peran ekonomi besar  ditengah kota Indonesia ini, coba lah tebak dan pikir dulu bentar ya? ......
Mereka menguasai kita dari simpul perdagangan itu, mereka mulai merambah ke sektor lainnya di bumi pertiwi ini, masihkah kita berdiam diri untuk hal ini, mereka tak kenal ampun dan mereka tak akan pernah menyerahkan apa yang telah mereka dapat dari kita. Marilah kita tersadar untuk itu, karena memang sekarang belum terasa besar dampaknya buat kita, namun untuk keturunan kita yang akan merasakan akibat ketidak pedulian nenek moyangnya yang sekarang.
Oleh sebab itu mulai sekarang cobalah untuk peduli sedikit saja, jika setiap orang Indonesia paduli sedikit saja, pasti makin bayak rasa pedulinya lo? Mungkin  ibu pertiwi ini tidak akan menangis dan akan senang jika yang menginjaknya adalah anak pertiwinya sendiri, namun ia akan menangis jika yang memijaknya adalah bukan anak kandungnya sendiri yaitu bangsa Indonesia.
Kita bangsa Indonesia harus menjadi raja bagi negara kita ini, raja dalam segala hal, raja dalam keilmuan, perdagangan, kepemimpinan sosial maupun politik, ketika dahulu bangsa – bangsa lain yang terjajah oleh bangsa lain terpaksa menggunakan bahasa bangsa jajahan itu, kita harus bangga bahwa kita masih bisa mempertahankan bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia.
Mari buat ibu pertiwi kembali tersenyum, ia akan terus menangis jika kita anak pertiwinya tak menjadi apa – apa di bumi pertiwinya sendiri. Semangat!!!!!! mulailah berkarya buat diri sendiri dan orang banyak.
Mari bangun kembali semagat kita, belajar lah dari rasulullah SAW. Belajarlah dari kehidupannya, ketika Alquran itu adalah Blue Print nya tingkah laku, maka Rasulullah adalah aksi fakta sosialnya yang perlu ditiru.

Salam semagat dari RAP Foundation!!!!!!!